Persiapan Pernikahan

Bacaan Ijab Kabul yang Benar: Teks Indonesia, Arab-Latin, dan Contoh Mahar

Bacaan ijab kabul untuk wali dan mempelai pria versi Indonesia dan Arab-latin, contoh dengan mahar, syarat sah, tips latihan, dan yang terjadi jika salah ucap.

7 menit bacaoleh Tim Nika
Meja akad nikah berlapis kain putih bersulam di ruang masjid yang terang: buku nikah terbuka dengan pena emas, kotak kayu berisi koin emas sebagai mahar, ronce melati, tasbih kayu, dan peci putih di antara dua kursi kosong yang saling berhadapan

Momen paling menegangkan sekaligus paling khidmat dalam akad nikah adalah ijab kabul. Hanya beberapa kalimat, tetapi kalimat itulah yang membuat dua orang sah menjadi suami istri. Tidak heran banyak calon pengantin pria mencari bacaan ijab kabul yang benar jauh-jauh hari, lalu menghafalnya sampai lancar. Artikel ini merangkum teks ijab kabul versi Bahasa Indonesia dan Arab-latin yang umum dipakai di KUA, contoh lengkap dengan mahar, siapa yang mengucapkannya, syarat sahnya, tips latihan, dan apa yang terjadi kalau sampai salah ucap.

Apa Itu Ijab Kabul?

Ijab adalah pernyataan menikahkan yang diucapkan oleh wali mempelai perempuan (atau wakilnya). Kabul adalah pernyataan menerima pernikahan itu yang diucapkan oleh mempelai laki-laki. Ijab kabul (disebut juga sighat akad) termasuk rukun nikah, bersama calon suami, calon istri, wali, dan dua orang saksi. Gambaran lengkap rukun nikah dan rangkaian acaranya bisa kamu baca di panduan persiapan akad nikah.

Siapa yang Mengucapkan Ijab dan Kabul?

  • Ijab diucapkan oleh wali nikah, biasanya ayah kandung mempelai perempuan. Bila ayah sudah meninggal atau tidak memenuhi syarat, perwalian berpindah ke wali nasab berikutnya, atau ke wali hakim bila tidak ada.
  • Wali boleh mewakilkan ijab kepada orang lain, yang paling sering kepada penghulu. Penyerahan ini disebut taukil wali dan biasanya dilakukan sebelum akad di hadapan penghulu dan saksi.
  • Kabul diucapkan oleh mempelai laki-laki sendiri. Kompilasi Hukum Islam (KHI) Pasal 29 hanya membolehkan kabul diwakilkan dalam keadaan tertentu, dengan surat kuasa tertulis yang tegas, dan tidak boleh bila calon istri atau wali keberatan.

Mempelai perempuan tidak mengucapkan apa pun dalam ijab kabul. Ia cukup hadir atau berada di tempat lain sesuai kebiasaan keluarga, karena persetujuannya sudah ditanyakan saat pemeriksaan nikah.

Bacaan Ijab Kabul Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia adalah versi yang paling sering dipakai di KUA karena dipahami wali, mempelai, dan saksi. Ganti nama dan mahar sesuai data di formulir nikah.

Ijab oleh wali (ayah kandung)

"Saudara Ahmad Fauzan bin Abdul Rahman, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak kandung saya yang bernama Siti Aisyah binti Muhammad Ridwan dengan mas kawin seperangkat alat salat dan emas 10 gram, dibayar tunai."

Kabul oleh mempelai pria

"Saya terima nikah dan kawinnya Siti Aisyah binti Muhammad Ridwan dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai."

Di beberapa KUA, kabul diminta lebih lengkap dengan menyebut ulang maharnya: "Saya terima nikah dan kawinnya Siti Aisyah binti Muhammad Ridwan dengan mas kawin seperangkat alat salat dan emas 10 gram, dibayar tunai." Keduanya sah selama isinya sesuai dengan ijab. Tanyakan versi mana yang akan dipakai penghulu agar kamu menghafal kalimat yang tepat.

Ijab oleh penghulu sebagai wakil wali

"Saudara Ahmad Fauzan bin Abdul Rahman, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Siti Aisyah binti Muhammad Ridwan yang walinya telah mewakilkan kepada saya, dengan mas kawin seperangkat alat salat dan emas 10 gram, dibayar tunai."

Kabul mempelai pria tetap sama seperti di atas.

Bacaan Ijab Kabul Arab-Latin

Sebagian keluarga memilih bahasa Arab karena mengikuti tradisi pesantren atau permintaan wali. Lafaz yang lazim dipakai:

Ijab (wali)

أَنْكَحْتُكَ وَزَوَّجْتُكَ مَخْطُوْبَتَكَ [nama mempelai wanita] بِنْتَ [nama ayah] بِمَهْرِ [mahar] حَالًّا

Ankahtuka wa zawwajtuka makhthūbataka [nama mempelai wanita] binta [nama ayah] bimahri [mahar] hālan.

Artinya: "Aku nikahkan dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu, [nama] binti [nama ayah], dengan mahar [mahar] dibayar tunai."

Kabul (mempelai pria)

قَبِلْتُ نِكَاحَهَا وَتَزْوِيْجَهَا بِالْمَهْرِ الْمَذْكُوْرِ حَالًّا

Qabiltu nikāhahā wa tazwījahā bil-mahril madzkūri hālan.

Artinya: "Aku terima nikahnya dan kawinnya dengan mahar yang telah disebutkan, dibayar tunai."

Kalau memilih versi Arab, pastikan wali dan mempelai sama-sama memahami artinya dan sudah berlatih pelafalan dengan penghulu atau ustaz. Bila ragu, versi Bahasa Indonesia sama sahnya dan lebih kecil risiko salah ucap.

Contoh Ijab Kabul dengan Berbagai Mahar

Mahar disebut persis seperti yang tercatat di formulir nikah. Beberapa contoh penyebutan yang umum:

  • "...dengan mas kawin uang tunai sebesar satu juta rupiah, dibayar tunai."
  • "...dengan mas kawin cincin emas seberat 5 gram, dibayar tunai."
  • "...dengan mas kawin seperangkat alat salat dan uang tunai sebesar dua juta rupiah, dibayar tunai."
  • "...dengan mas kawin emas 10 gram, dibayar utang." (bila mahar disepakati diserahkan kemudian)

Sebut nominal dengan kata, bukan singkatan seperti "2 jt" atau "dua jeti", agar tidak menimbulkan keraguan. Menurut KHI, mahar bukan rukun nikah, sehingga lupa menyebut mahar tidak membatalkan akad. Namun di KUA mahar tetap disebut dan dicatat di buku nikah. Ide bentuk dan besaran mahar bisa kamu lihat di artikel mahar pernikahan.

Syarat Sah Ijab Kabul

Fiqih mazhab Syafi'i yang banyak dipakai di Indonesia dan KHI Pasal 27 sampai 29 memberi rambu-rambu berikut:

  1. Jelas dan beruntun. Kabul diucapkan segera setelah ijab, tanpa jeda panjang atau diselingi pembicaraan lain.
  2. Dalam satu majelis. Ijab dan kabul terjadi di satu tempat dan waktu yang sama, didengar langsung oleh wali, mempelai pria, dan dua saksi.
  3. Isinya sesuai. Kabul menerima apa yang di-ijab-kan: nama mempelai perempuan yang sama dan mahar yang sama.
  4. Memakai kata nikah atau kawin (dalam bahasa Arab: nikah atau tazwij) atau terjemahannya yang dipahami semua pihak.
  5. Tidak dibatasi waktu dan tidak bersyarat, misalnya "saya nikahkan selama satu tahun" tidak sah.
  6. Diucapkan oleh orang yang berhak, yaitu wali atau wakilnya dan mempelai pria sendiri, dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan.

Berkas dan syarat administrasi yang harus beres sebelum hari H dibahas terpisah di artikel syarat nikah di KUA.

Tips Latihan Agar Lancar Saat Ijab Kabul

  • Konfirmasi teks ke penghulu. Tanyakan bahasa yang dipakai, apakah nama memakai bin/binti, dan bagaimana mahar disebut. Hafalkan versi itu, bukan versi dari internet.
  • Cek ejaan nama lengkap. Nama mempelai perempuan dan ayahnya harus sama dengan KTP dan formulir nikah. Latih pengucapan nama yang panjang atau tidak biasa.
  • Latihan bersuara, bukan dalam hati. Ucapkan kabul keras-keras 10 sampai 20 kali sehari menjelang akad, lalu minta keluarga berperan sebagai wali.
  • Simulasikan jabat tangan. Berjabat tangan dengan wali saat ijab kabul adalah tradisi, bukan syarat sah, tetapi membantu menandai kapan kamu mulai berbicara.
  • Dengarkan ijab sampai selesai. Banyak yang terulang karena menjawab terlalu cepat sebelum wali menuntaskan kalimat.
  • Atur napas dan minum air. Tarik napas sebelum menjawab. Tidak ada kewajiban mengucapkan kabul dalam satu tarikan napas; yang penting bersambung dan tidak diselingi hal lain.
  • Pastikan mikrofon berfungsi agar saksi mendengar jelas.

Bagaimana Jika Salah Ucap Saat Ijab Kabul?

Salah ucap itu wajar dan sering terjadi karena gugup. Kalau ada kekeliruan yang menyangkut isi, misalnya salah menyebut nama, mahar tidak sesuai, jeda terlalu lama, atau kalimat terpotong, penghulu dan saksi akan menilai ijab kabul belum sah dan meminta diulang. Mengulang tidak membuat pernikahan cacat atau "kurang berkah"; itu justru cara memastikan akadnya benar.

Kekeliruan kecil yang tidak mengubah makna, seperti logat daerah atau tersendat sebentar, biasanya tetap diterima. Keputusan sah atau tidaknya ada pada pernyataan para saksi yang dipandu penghulu, lalu ditutup dengan doa. Jadi, kalau harus mengulang, tenangkan diri, dengarkan arahan penghulu, dan ucapkan kembali dengan pelan.

Sertakan Detail Akad di Undangan

Setelah teks ijab kabul siap, pastikan tamu akad tahu jam dan lokasinya dengan tepat. Undangan digital memudahkan kamu memisahkan informasi akad dan resepsi, menambahkan peta lokasi, dan mengumpulkan konfirmasi kehadiran. Lihat pilihan desainnya di katalog template nika, misalnya Crescent Nights yang bernuansa Islami.

FAQ Seputar Bacaan Ijab Kabul

Apakah ijab kabul harus dalam bahasa Arab?

Tidak. Ijab kabul dalam Bahasa Indonesia atau bahasa daerah sah selama dipahami wali, mempelai pria, dan saksi. Di KUA, Bahasa Indonesia paling sering dipakai.

Apakah kabul harus diucapkan dalam satu napas?

Tidak ada syarat satu tarikan napas. Syaratnya kabul segera menyambung ijab tanpa jeda panjang atau diselingi pembicaraan lain. Berhenti sejenak untuk bernapas tidak membatalkan.

Bolehkah ijab diucapkan penghulu, bukan ayah?

Boleh. Wali dapat mewakilkan ijab kepada penghulu atau orang lain yang memenuhi syarat melalui taukil wali sebelum akad dimulai.

Bagaimana jika nama atau mahar salah disebut?

Penghulu akan meminta ijab kabul diulang dengan nama dan mahar yang benar. Pengulangan tidak mengurangi keabsahan pernikahan.

Apakah mempelai perempuan ikut mengucapkan sesuatu?

Tidak. Ijab diucapkan wali dan kabul diucapkan mempelai pria. Persetujuan mempelai perempuan ditanyakan saat pemeriksaan sebelum akad.

Kesimpulan

Bacaan ijab kabul sebenarnya singkat: wali menikahkan, mempelai pria menerima, dengan nama dan mahar yang sama, diucapkan beruntun di hadapan dua saksi. Konfirmasi versi teksnya ke penghulu, latih dengan suara keras, dan jangan takut mengulang bila diminta. Dengan persiapan itu, momen ijab kabul bisa kamu jalani dengan tenang dan penuh makna.

Lihat semua
7 menit bacaoleh Tim Nika

Groomsmen: Arti, Tugas Best Man, Seragam, dan Cara Memilih

Apa itu groomsmen dan best man? Panduan tugas sebelum dan saat hari H, pagar bagus, jumlah ideal, cara memilih, ide seragam pria, hadiah, dan timeline koordinasi.

7 menit bacaoleh Tim Nika

Cara Menabung untuk Menikah: Hitung Target, Setoran, dan Tipsnya

Panduan cara menabung untuk menikah: menghitung target dana pernikahan, tenggat, setoran bulanan, memisahkan rekening, tempat simpan aman, dan berbagi tanggungan.

7 menit bacaoleh Tim Nika

Seragam Keluarga Pernikahan: Ide Warna, Kain, dan Cara Memesannya

Panduan seragam keluarga pernikahan: siapa yang diberi seragam, warna serasi tema, pilihan kebaya, batik, koko, gamis, kapan memesan, data ukuran, dan budget.